Tuesday, December 25, 2012

Penyakit Akibat Kerja (PAK)

PENYAKIT AKIBAT KERJA (PAK)
(OCCUPATIONAL DISEASE)




Definisi

Penyakit akibat kerja sering disebut sbg “The Silent Killer”, krn tdk saja merugikan pekerja yg tanpa sadar telah mengidap penyakit akibat pekerjaan atau lingkungan kerja, melainkan juga mengakibatkan kerugian social dan ekonomi serta menurunkan produktifitas.
Penyakit akibat kerja ad penyakit/gangguan kesh yg disebabkan oleh pekerjaan yg diperoleh pd masa/waktu melakukan pekerjaan dan yg masy umum biasanya tidak akan mengalaminya.

Unsur-unsur yang mempengaruhi proses timbulnya penyakit :
1.     Pejamu (Host)
Sbg pejamu ad manusia, dlm hal ini adalah pekerja (worker).
2.     Penyebab (Agent)
Ad bahan yg dikerjakan atau dihasilkan dan alat yg dipakai untuk pekerjaanya (material, machine, and tool).
 3.     Lingkungan (Environment)
Berkaitan dengan lingkungan kerjanya seperti :
-         Panas yg dapat menyebabkan heat stroke
-         Sikap kerja yg menyebabkan cedera tubuh.


FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PAK

A.   GOLONGAN FISIK

1.     Bising
Gangguan yg ditimbulkan krn bising :
a.     Berkaitan dgn pendengaran (audiotoir)
-         TTS (Temporary Thushold Shift)
-         PTS (Permanent Thushold Shift)
b.     Gangguan yg bukan pd indera pendegaran (non audiotoir)
-         Gangguan komunikasi (speech interference)
-         Perasaan mudah marah (annoyance)
2.     Suhu yang tinggi
Menyebabkan miliaria, heat exhaustion, heat cramps, dan heat stroke.
3.     Sinar radiasi
a.     Radiasi Elektromagnetik yg mengion : sinar X, sinar alfa, sinar beta, dan sinar gamma. Pengaruhnya pd sel-sel darah, sel epitel dan organ-organ tubuh dalam, yg kemungkinan menimbulkan keganasan.
b.     Radiasi yg tidak mengion.
- Sinar Infra merah yg bias menyebabkan katarak lensa maupun pigmentasi kulit.
- Sinar ultra violet : pada mata dapat menyebabkan keratitis ataupun conjuctivitas photoelectrica. Selain timbul pigmentasi juga diduga bisa menyebabkan keganasan.
- Sinar microwave : sumber pada pemancar radio, TV, Radar, dsb. Sinar ini bisa menyebabkan gangguan mata berupa katarak ataupun degenerasi sel-sel tubulus seminifeus yg bersifat masih reversible.
4.     Vibration
Macam penyakit yang disebabkan oleh getaran/vibrasi ada 2 bentuk :
a.     Getaran setempat (Tool Hand Vibration)
Biasanya terjadi pd pekerja yg memakai alat-alat dengan tangan, misalnya : alat penggergaji, alat pengebor dsb.
b.     Getaran seluruh tubuh (Whole Body Vibration)
Mis : pada pengemudi truck, traktor, forklift dsb yg tersering sebabkan rasa nyeri pd tulang belakang (low back pain) sedangkan yg ringan adalah motion sickness (mabuk perjalanan).
5.     Tekanan atmosfir
Pd pekerja yg bekerja pd tekanan tinggi (hyperbaric exposure) dapat menyebabkan kelainan-kelainan sbb:

a.     Compression sickness : timbul rasa nyeri pada sendi ataupun telinga (the bends).
b.     Nitrogen/oksigen narcose : pd para penyelam tampak gejala keracunan nitrogen ataupun oksigen (hal ini terjadi di kedalaman 30 m di bwh peermukaan air laut), dengan menampakkan gejala depresi.
c.     Decompression Sickness
Penyakit ini terjadi akibat penurunan mendadak tekanan atmosfir, maka akan terjadi emboli/gelembung udara yg akan ikut aliran darah dan akan menutup pembuluh darah. Bisa menimbulkan kematian mendadak. Penyakit ini dikenal dgn Caisson Disease.
 

 
 
 

Saturday, September 8, 2012

Wednesday, September 5, 2012

Saturday, July 14, 2012

KECELAKAAN KERJA

"Kecelakaan Kerja"

Dalam buku Industrial Safety, David Colling, mendefiniskan kecelakaan kerja sebagai berikut:
“Kejadian tak terkontrol atau tak direncanakan yang disebabkan oleh faktor manusia, situasi, atau lingkungan, yang membuat terganggunya proses kerja dengan atau tanpa berakibat pada cedera, sakit, kematian, atau kerusakan properti kerja.”

Ada beberapa teori yang berkembang untuk menjelaskan terjadinya kecelakaan ini. Salah satu yang ternama adalah yang diusulkan oleh H.W. Heinrich dengan teorinya yang dikenal sebagai Teori Domino Heinrich.
Dalam Teori Domino Heinrich, kecelakaan terdiri atas lima faktor yang saling berhubungan: 
1. Kondisi kerja; 
2. Kelalaian manusia; 
3. Tindakan tidak aman; 
4. Kecelakaan; 
5. Cedera.

Kelima faktor ini tersusun layaknya kartu domino yang diberdirikan. Jika satu kartu jatuh, maka kartu ini akan menimpa kartu lain hingga kelimanya akan roboh secara bersama.
Ilustrasi ini mirip dengan efek domino yang telah kita kenal sebelumnya, jika satu bangunan roboh, kejadian ini akan memicu peristiwa beruntun yang menyebabkan robohnya bangunan lain.
Teori Domino Heinrich

Menurut Heinrich, kunci untuk mencegah kecelakaan adalah dengan menghilangkan tindakan tidak aman sebagai poin ketiga dari lima faktor penyebab kecelakaan. 
Menurut penelitian yang dilakukannya, tindakan tidak aman ini menyumbang 98% penyebab kecelakaan.
Trus bagaimana penjelasan dengan menghilangkan tindakan tidak aman ini dapat mencegah kecelakaan?
Kembali ke analogi kartu domino tadi, jika kartu nomer 3 tidak ada lagi, seandainya kartu nomer 1 dan 2 jatuh, ini tidak akan menyebabkan jatuhnya semua kartu.
Dengan adanya gap/jarak antara kartu kedua dengan kartu keempat, pun jika kartu kedua terjatuh, ini tidak akan sampai menimpa kartu nomer 4. Akhirnya, kecelakaan (poin 4) dan cedera (poin 5) dapat dicegah.
Dengan penjelasannya ini, Teori Domino Heinrich menjadi teori ilmiah pertama yang menjelaskan terjadinya kecelakaan kerja. Kecelakaan tidak lagi dianggap sebagai sekedar nasib sial atau karena peristiwa kebetulan.

Tuesday, May 29, 2012